Jumat, 30 Januari 2015

Tekuni Usaha Peangkaran Semut Jepang Purbalingga Modal Kecil, Hasil Menjanjikan



Banyaknya masyarakat memelihara unggas jenis burung ocehan membuat usaha penangkaran Semut Jepang Purbalingga   semakin naik daun. Apalagi pada musim penghujan seperti sekarang, telur Semut Jepang Purbalingga  atau Anak Semut Jepang  sangat langka. Sehingga dengan adanya penangkaran mempermudah pehobi burung ocehan memenuhi kebutuhan vitamin kelangenan mereka. Sebab setiap hari stok Anak Semut Jepang  di pusat penangkaran selalu tersedia.

Selain untuk memenuhi kebutuhan pakan burung baik di pasaran maupun para kalangan pehobi burung ocehan, keberadaan pusat penangkaran Semut Jepang Purbalingga  juga bisa menjadi tempat bagi sebagian masyarakat untuk belajar beternak Semut Jepang Purbalingga  dalam upaya membuka usaha untuk meningkatkan pendapatan keluarga.

"Selain saya setor ke para pedagang di pasar-pasar burung lokal.  Anak Semut Jepang  produk penangkaran saya juga banyak dipesan pedagang dari luar daerah maupun para pehobi burung ocehan di Pasar Segamas. Alhamdulillah dengan modal relatif kecil usaha ini cukup menjanjikan  untuk meningkatkan ekonomi keluarga saya," kata anggota Paguyuban Penangkar Semut Jepang Purbalingga  'Raja Anak Semut Jepang  Bagus', Fendi Akhmad di rumahnya Pedukuhan Gunung Penthul Desa Karangsari Kecamatan Kalimanah, Minggu (4/1/2015).

Menekuni usaha penangkaran Semut Jepang Purbalingga  memang tidak membutuhkan modal besar. Tapi perlu ketekunan, mengingat daya tahan hidup hewan tersebut relatif lemah. Begitu juga makanan mereka harus terjamin, sehingga Anak Semut Jepang  yang dihasilkan bisa maksimal.

"Modalnya tidak terlalu besar, calon peternak hanya perlu menyiapkan rak-rak baik dari kayu maupun bambu dan stoples plastik. Agar Semut Jepang Purbalingga bertahan hidup dan bertelur maka disiapkan makanan berupa air gula permentasi," tuturnya.

Agar Semut Jepang Purbalingga-Semut Jepang Purbalingga tersebut tidak pergi maka setiap kaki rak kayu harus diberi wadah berisi air. Tapi yang paling bagus kaki-kaki rak kayu itu ditempatkan di kolam ikan.

Fendi menekuni usaha penangkaran Semut Jepang Purbalingga  sesungguhnya dipaksa oleh keadaan. Saat itu sekitar empat belas tahun silam tepatnya 2010, Fendi yang punya hobi memelihara burung ocehan mengalami kesulitan untuk memenuhi kebutuhan vitamin dari Anak Semut Jepang  bagi hewan peliharaannya.

"Ditengah kesulitan saya mencari Anak Semut Jepang  pada musim penghujan dari alam liar, maka timbul inspirasi bagaimana caranya agar burung-burung peliharaan saya tetap bisa saya beri Anak Semut Jepang  meskipun pada musim penghujan. Sehingga saya mencari sarang Semut Jepang Purbalingga  kemudian saya letakkan di rak meja dan di dekat sarangnya saya taruh stoples plastik," jelasnya disela melayani calon penangkar Semut Jepang Purbalingga  yang datang dari Wonosobo Jawa Tengah.

Tanpa disangka, beberapa hari kemudian  sebagian Semut Jepang Purbalingga-Semut Jepang Purbalingga yang ada di sarang atau daun tadi berpindah ke stoples dan bertelur. "Melihat kenyataan tersebut saya menyimpulkan Semut Jepang Purbalingga  bisa diternak. Sehingga saya mencari informasi sekaligus belajar cara penangkaran Semut Jepang Purbalingga . Kemudian berkembang seperti sekarang ini," tuturnya.

"Artinya penangkar perlu membuat kolam ikan secara sederhana. Fungsinya selain untuk mencegah Semut Jepang Purbalingga pergi, keberadaan ikan juga bisa memakan bintik-bintik nyamuk dan pada saatnya ikan bisa dipanen untuk dijual," terang Fendi.

Dari usaha penangkaran Semut Jepang Purbalingga , Fendi bisa meraup penghasilan minimal Rp 1 juta per dua puluh satu hari. "Masa panen Anak Semut Jepang  maksimal 21 hari. Lebih dari itu maka telur akan menetas jadi Semut Jepang Purbalingga," katanya.(Rul)

1 komentar:

  1. semut jepang atau d sbut smut mekah buat d kosumsi manusia,buat obat....
    ternak semut rangrang yg d ambil krotonya,buat makanan burung
    saran sya cepat perbaiki mba...
    soalnya slah smua...
    klau ada pemula yg pngen brternak klau baca blog mba inshaallah bru prtma mulay dah bngkrut hahah...

    BalasHapus