Jumat, 30 Januari 2015

Budidaya Semut Jepang Purbalingga Kian Diminati


Budidaya Semut Jepang Purbalingga Kian Diminati.Semakin banyaknya penghobi burung berkicau di Kota Purbalingga, membuat budidaya Semut Jepang Purbalingga   semakin diminati. Pasalnya, para penghobi burung berkicau sering menggunakan telur Semut Jepang Purbalingga   atau yang sering disebut Anak Semut Jepang  sebagai vitamin burung berkicau.

Hal itulah yang dilakukan Aris, seorang pemilik toko penjualan burung di Jalan Gaperta Purbalingga. Baru 5 bulan ini dia menekuni pembudidayaan Semut Jepang Purbalingga  . Telur Semut Jepang Purbalingga   dijualnya kepada penghobi burung berkicau yang membeli pakan di tokonya. "Banyak penghobi burung berkicau membeli Anak Semut Jepang  sebagai vitamin untuk burung," kata Aris, Minggu (18/1).

Toples tersebut diletakan di atas sebuah wadah yang berisi air, agar Semut Jepang Purbalingga -Semut Jepang Purbalingga  tersebut tidak lari dari toples. "Makanannya cukup kita kasih tulang ayam, jangkrik dan kecoak yang sudah mati, dan juga air gula sebagai minumannya," jelasnya.

Semut Jepang Purbalingga  yang telah diletakan di dalam toples tersebut, dalam beberapa hari akan membuat sangkarnya sendiri untuk berkembang biak dan akan menghasil kan Anak Semut Jepang . Namun, yang harus diperhatikan adalah ratu Semut Jepang Purbalingga , karena tidak semua sarang Semut Jepang Purbalingga  memiliki ratu Semut Jepang Purbalingga  yang siap berproduksi. "Kalau tidak ada ratu Semut Jepang Purbalingga nya, proses perkembangbiakannya akan lama," ucapnya.

Awalnya, kata dia, membudidayakan Semut Jepang Purbalingga   hanya untuk memenuhi kebutuhan pakan burung yang dijual di tokonya. Sebab, jika burung dikasih makan Anak Semut Jepang  suara kicaunya semakin bagus. Jika suara burung semakin bagus tentu harga jualnya juga semakin tinggi. "Dulu saya sering cari Semut Jepang Purbalingga   di kampung-kampung," kata Aris.

Dalam menjalankan budidaya Semut Jepang Purbalingga   menurutnya cukup mudah, hanya menyediakan toples plastik yang digunakan sebagai sarang Semut Jepang Purbalingga   tersebut. Toples tersebut diberi lubang agar udara bisa masuk dan juga sebagai jalan untuk Semut Jepang Purbalingga  keluar dari toples untuk mencari makanan.

Mengenai lama masa panen, dikatakanya, sekitar 15 hari toples-toples yang berisi satu koloni semua  sudah bisa di panen. Dalam sekali panen bisa menghasilkan 5 sampai 8 kg Anak Semut Jepang  dengan harga jual Rp 150 ribu per kg. "Dalam sekali panen saya bisa mendapat Rp 600 ribu," katanya.( cw 03)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar